4 Hal yang Berhubungan dengan Transaksi Digital, Mitos atau Fakta?

Cerita Peluang Usaha 19 Apr 2020, By Teman Dagang
4 Hal yang Berhubungan dengan Transaksi Digital, Mitos atau Fakta? Masih banyak mitos yang beredar seputar transaksi digital (LABANA.id)

Masih banyak cerita tidak benar mengenai transaksi digital di luar yang dipercaya masyarakat. Percaya cerita negatif tanpa melakukan pengecekan adalah tindakan tidak benar. Yuk cari tahu kebenarannya, mana tahu Anda mempercayai salah satunya.

1. Duit di Aplikasi Bisa Hilang

Ini merupakan mitos yang paling lazim berkembang di masyarakat. Sejatinya, perusahaan fintech atau mereka yang mengembangkan tren transaksi digital tidak mungkin menghilangkan atau bahkan menilap uang yang telah Anda simpan karena sepenuhnya sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kalaupun ada transaksi yang bermasalah, hal itu biasanya terjadi lantaran kesalahan minor yang terjadi di setiap aplikasi penyedia layanan. Namun jangan takut, problem ini bisa diatasi karena tiap perusahaan sudah menyediakan layanan customer service (CS) untuk membantu Anda mengatasi permasalahan tersebut.

2. Harus Menyediakan Banyak Mesin Kasir

Biasanya mereka yang ingin menyediakan metode pembayaran digital mengaku ribet karena harus mengatur meja kasir.

Padahal, dengan mengembangangkan transaksi digital, yang terjadi justru sebaliknya. Apalagi dengan kehadiran inovasi Quick Response (QR) Code atau QRIS yang sudah dikembangkan oleh Bank Indonesia. 

Jika Anda pengguna QR, maka tak mesti lagi mempermak meja kasir dengan ribet karena cukup menyediakan papan barcode yang nantinya akan dipindai oleh konsumen dengan ponsel mereka masing-masing. Dengan begini, transaksi digital kian mudah. 

3. Aplikasi Suka Lemot

Pengembangan suatu aplikasi transaksi digital memang memerlukan waktu agar layanan yang diberikan kepada pengguna jadi prima. 

Masalah sering ditemukan seperti aplikasi yang lemot. Namun, seiring waktu hal ini bisa diminimalisasi dengan perbaikan yang terus dilakukan oleh pengembang layanan itu. 

4. Mempersulit Kerja dan Tidak Efektif

Era digital membuat segalanya jadi mudah. Hal ini terlebih dahulu yang harus Anda tanamkan dalam mindset seorang pelaku usaha. Transaksi digital pun dibuat dengan semangat agar transaksi anda kian efektif dan efisien. 

Sebagai contoh, ketika Anda menggunakan QR Code dan mesin EDC dalam pembayaran di meja kasir, maka waktu bertransaksi dengan pembeli akan lebih terpangkas. Pedagang tak lagi repot-repot harus merogoh uang tunai. Antrean konsumen pada dagangan Anda juga tak memakan waktu yang lebih banyak. 

Jadi, dari sekarang, buang jauh-jauh mitos tersebut. Sudah saatnya pelaku UMKM go-digital dengan segala kemajuan teknologi yang ada. Jangan sampai, para pebisnis skala kecil tertinggal jauh hanya karena tak paham dengan teknologi.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha