Atasi Kebangkrutan: Pahami Laporan Laba Rugi dan Manfaatnya bagi Bisnis

Cerita Terkini 11 Agt 2020, By Teman Dagang
Atasi Kebangkrutan: Pahami Laporan Laba Rugi dan Manfaatnya bagi Bisnis Memahami laporan laba rugi juga bermanfaat bagi usaha Anda (BisnisUKM)

Siapa yang tidak ingin mengetahui bahwa usaha yang sedang ia jalankan berhasil dan memiliki profitabilitas serta nilai investasi yang bagus. Tapi, keinginan ini akan kandas jika Anda tidak memahami laporan laba rugi usaha dan tidak menjalankan bisnis Anda dengan sungguh-sungguh.

Sebelum bicara lebih jauh tentang laporan laba rugi, ada baiknya kita melihat faktor yang menyebabkan usaha bangkrut. Apalagi di masa sulit adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Bekasi, Sutomo pernah mengatakan bahwa sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut terancam bangkrut karena virus corona. Setidaknya dari 6.000 UMKM, setengahnya mengalami penurunan kapasitas produksi hingga 40 persen, sebagaimana dilansir pada laman CNN Indonesia (27/7). Sehingga kemampuan finansial usaha akan menjadi penentu jalan atau tidaknya roda bisnis mereka.

Mengapa Bisnis Bisa Bangkrut?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan usaha bangkrut. Temandagang telah menghimpun faktor-faktor ini dari berbagai sumber:

  1. Pengelolaan dana yang salah

Kesalahan fatal pelaku usaha adalah terlalu banyak mengeluarkan dana dari pada menerima. Dalam peribahasa dikenal dengan “Besar pasak daripada tiang”. Beberapa pelaku usaha menghabiskan lebih banyak uang daripada yang mereka hasilkan. Pengeluaran yang tidak terencana seperti inilah yang menyebabkan bisnis bangkrut.

  1. Terlalu banyak berhutang

Alih-alih ingin menambah modal usaha, kebanyakan utang bisa menjadi pemicu usaha semakin tenggelam. Meminjam dana dari kreditur, seperti bank ataupun kredit digital memang hal yang wajar. Tapi jika pinjaman terlalu banyak dan tidak diatur dengan benar serta tidak menakar apakah Anda bisa mengembalikannya adalah kesalahan besar. Tanpa proyeksi penjualan yang tepat, Anda kemungkinan tidak bisa membayar utang tepat waktu.

  1. Kurangnya Inovasi

Setiap pelaku usaha sudah seharusnya menciptakan produk atau layanan yang membantu konsumen mendapatkan pengalaman belanja yang mudah dan mengasyikan. Bisnis akan gagal jika tidak mengikuti tren dan permintaan pasar yang berubah-ubah.

Ketiga kesalahan ini bisa Anda hindari. Caranya adalah dengan membuka diri menerima informasi-informasi dan perubahan-perubahan yang terjadi. Anda juga harus memiliki perencanaan yang tepat. Selain itu, cobalah terapkan prinsip-prinsip bisnis yang ketat untuk mengurangi risiko kegagalan atau kebangkrutan usaha.

Coba Buat Laporan Laba rugi

Laporan laba rugi berfungsi sebagai laporan keuangan yang menjadi salah satu cara melihat kinerja bisnis. Laporan ini biasa digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam jangka waktu tertentu.

Setiap laporan laba rugi memuat informasi pendapatan dan beban. Laba adalah selisih yang didapat dari pendapatan yang dikurangi beban. Sedangkan beban merupakan suatu pengorbanan yang dikeluarkan untuk bisa menghasilkan pendapatan. Tentunya pendapatan yang didapat diharapkan bisa lebih besar dari pengorbanannya.

Unsur-unsur dalam laba rugi adalah sebagai berikut:

  1. Penjualan/Pendapatan

Unsur ini merupakan hasil yang diperoleh sebuah usaha dari adanya kegiatan berjualan.

  1. Diskon Penjualan

Unsur berikutnya adalah diskon penjualan. Unsur ini merupakan nilai dari potongan penjualan yang diberikan perusahaan terhadap pelanggan. Diskon Penjualan juga bersifat mengurangi pendapatan. Serta dipisahkan dengan penjualan/pendapatan agar bisa diketahui seberapa besar nilai diskon penjualan yang terjadi untuk dikendalikan.

  1. Retur Penjualan

Retur penjualan bersifat mengurangi pendapatan. Unsur ini dipisahkan dengan penjualan/pendapatan agar bisa diketahui seberapa besar nilai retur penjualan yang terjadi untuk dikendalikan.

  1. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan merupakan beban yang terjadi bersamaan dengan terjadinya penjualan/pendapatan. Contohnya saat sebuah usaha yang menjual barang dagang, maka secara bersamaan pengorbanan yang telah dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh barang tersebut, kini berubah menjadi beban (HPP). Di sini yang perlu diperhatikan, bahwa pengorbanan untuk memperoleh barang dagang belum bisa diakui menjadi beban (HPP) jika barang dagang tersebut belum terjual, melainkan masih menjadi aktiva berupa persediaan.

  1. Beban Operasional

Beban Operasional merupakan beban yang terjadi akibat beroperasinya perusahaan. Berbeda dengan HPP, beban operasional adalah beban yang terjadi tidak harus bersamaan dengan terjadinya penjualan/pendapatan serta bisa terjadi sekalipun tidak ada penjualan/pendapatan.

Manfaatnya bagi Bisnis Kecil Anda

Anda pasti bertanya-tanya apa perlunya membuat laporan laba rugi. Apalagi setelah diamati, membuat laporan laba rugi akan merepotkan Anda sebagai pelaku usaha. Padahal, laporan laba rugi ini dibuat untuk meringkas semua catatan keuangan usaha Anda selama periode tertentu.

Jika tidak, Anda akan kesulitan memandang satu per satu transaksi dari awal hingga akhir periode. Laporan laba rugi memuat semua catatan keuangan Anda secara ringkas dan mudah dipahami.

Laporan laba rugi sendiri berfungsi untuk :

  1. Mengukur seberapa besar laba yang dihasilkan
  2. Mengetahui Berapa banyak pendapatan
  3. Mengetahui Banyaknya beban
  4. Sebagai dasar merencanakan pendapatan
  5. Sebagai dasar merencanakan dan mengendalikan beban
  6. Menganalisis tingkat efisiensi dari operasional perusahaan (analisis rasio laba bersih dengan pendapatan)
undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha