Cara Menentukan Harga Pokok agar Usaha Terus Berjalan Lancar

Cerita Peluang Usaha 26 Mar 2020, By Teman Dagang
Cara Menentukan Harga Pokok agar Usaha Terus Berjalan Lancar Menghitung harga pokok penjualan (Pixabay.com)

Menjalankan usaha perdagangan berarti melakukan transaksi jual-beli. Sebagai pedagang, Anda tentu ingin agar dagangan yang Anda tawarkan laku di pasaran. Selain menawarkan keunggulan produk, Anda juga mesti memberikan penawaran harga yang tepat. Dengan begitu, konsumen jadi lebih tertarik kepada dagangan Anda ketimbang pedagang lain.

Akan tetapi, menentukan harga barang dagangan yang ingin dijual bukanlah perkara yang mudah. Anda tidak bisa begitu saja memberikan harga yang rendah demi cepat laku dibeli oleh para konsumen. Sebab, harga yang terlalu rendah tidak bisa memberikan Anda keuntungan yang optimal bahkan dapat merugikan dagangan Anda sendiri.

Namun, Anda tidak bisa pula memberikan harga yang terlampau tinggi demi mengejar keuntungan maksimal. Sebab, pelanggan akan merasa enggan membeli barang dagangan Anda. Bila demikian, maka dagangan Anda pun tidak akan kunjung laku.

Oleh karena itulah, menentukan harga pokok barang dagangan menjadi salah satu unsur penting dalam usaha perdagangan. Anda perlu membuat rencana bisnis agar harga yang Anda tawarkan tidak terlalu rendah agar dapat memberi keuntungan optimal, juga tidak terlalu tinggi demi tetap laku di pasaran.

Cara Menentukan Harga Pokok

Harga produk Anda tawarkan mesti dapat bersaing dengan kompetitor dan memberikan keuntungan yang maksimal. Menentukan harga pokok barang tidak hanya sekadar menaikturunkan harga jika sekiranya harga terlalu rendah atau terlalu tinggi. Ada banyak faktor yang harus Anda pertimbangkan dalam menentukan harga pokok barang dagangan Anda.

1. Menetapkan harga berdasarkan biaya

Dalam menentukan harga pokok barang, langkah paling sederhana yang dapat Anda ambil adalah dengan berpatokan pada biaya yang Anda keluarkan. Anda perlu menghitung berapa biaya operasional yang Anda keluarkan serta perkiraan persentase keuntungan yang ingin didapatkan. Dengan cara ini, Anda tinggal menjumlahkan saja keduanya sehingga didapatkan harga pokok barang dagangan.

Biaya operasional yang dihitung meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung berupa harga bahan baku, upah tenaga kerja, dan ongkos distribusi. Sementara biaya tidak langsung semisal tagihan listrik, air, dan telepon serta ongkos sewa gudang.
Cara ini jelas menguntungkan karena patokan harga Anda telah mempertimbangkan lebih dahulu keuntungan yang ingin diraih. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari kerugian dalam menjual dagangan Anda.

2. Menetapkan harga berdasarkan harga pasaran

Kebanyakan produk, biasanya telah memiliki harga pasarannya masing-masing. Harga pasaran inilah yang kemudian dijadikan para pedagang untuk menentukan harga pokok dagangannya. Anda bisa memilih menurunkan atau menaikkan harga barang dagangan Anda dari harga pasar atau tetap pada patokan harga pasaran yang ada.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti skema harga para pesaing Anda. Hal ini bisa jadi jalan aman bagi Anda menghadapi banyak pesaing. Meski, cara ini akan sedikit sulit bagi Anda untuk jadi unggul dibanding pedagang yang lain karena pelanggan akan mempertimbangkan faktor-faktor di luar harga barang untuk memilih produk yang ingin dibeli.

Maka dari itu, Anda mesti meningkatkan daya tawar dagangan Anda di aspek lainnya. Peningkatan kualitas produk, pengemasan yang lebih menarik, atau pemberian diskon dan beragam promo lainnya bisa Anda lakukan agar dagangan Anda jadi semakin menarik perhatian pelanggan untuk membeli.

3. Menetapkan harga berdasarkan permintaan

Aktivitas perdagangan dapat berlangsung karena adanya kebutuhan terhadap suatu barang. Oleh karena itulah munculnya permintaan pasar demi mencukupi kebutuhan tersebut. Anda pasti akrab dengan hukum penawaran yang menyatakan jika permintaan tinggi maka harga akan jadi lebih rendah sementara jika permintaan terhadap barang turun maka harga akan jadi lebih tinggi. Dalam perdagangan di zaman modern, hukum penawaran ini sering kali tak sesuai di lapangan. Kerap kali harga barang justru melambung tinggi ketika permintaan barang meningkat dan tetap begitu bahkan setelah permintaan menurun.

Anda perlu tetap bijaksana dalam menentukan harga barang dagangan agar tetap dibeli pelanggan. Jangan karena mengejar keuntungan yang besar, Anda menaikkan harga setinggi mungkin sehingga tidak terjangkau untuk pelanggan.

Keuntungan dagang memanglah prioritas dalam menjalankan usaha, namun hubungan yang baik dengan pelanggan juga tetap harus diutamakan. Jika ingin menaikkan harga barang dagangan Anda, naikkan sewajar mungkin dan masuk akal. Sehingga, pelanggan tetap loyal kepada usaha Anda sekalipun harga barang dagangan dinaikkan.

Dinamika pasar akan selalu ada setiap harinya. Keluwesan Anda selaku pedagang penting agar dapat menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Maka dari itu, penentuan harga dalam berdagang membutuhkan banyak perhitungan dan strategi agar usaha Anda tidak merugi dan berjalan terus. Tidak salah pula bagi Anda untuk bereksperimen dengan strategi yang Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha