Dari Pedagang Koran hingga Sukses Besarkan Starbucks, Ini Rahasia Hidup Seorang Howard Schultz

Cerita Sukses 23 Jun 2020, By Reky Arfal
Dari Pedagang Koran hingga Sukses Besarkan Starbucks, Ini Rahasia Hidup Seorang Howard Schultz Pendiri Starbucks pun memulai usahanya dari pedagang koran (Stock Market Asia)

Siapa sih yang tidak doyan dengan Starbucks? Saat ini, mungkin juga Anda, mau menghabiskan waktu berjam-jam untuk sekadar nongkrong dan menikmati racikan kopi yang sangat nikmat itu. Tapi, dibalik kebesaran Starbucks itu, ada kisah menarik dari sejarah berdiri dan berkembangnya Starbucks ini. Dimulai dari pergerakan Howard Schultz yang memiliki ide cemerlang dengan membawa budaya ngopi di Italia ke Seattle, tempat asal kedai kopi ini.

Seperti yang kita ketahui, saat ini Starbucks memiliki lebih dari 17 ribu gerai kopi di seluruh dunia. Dalam waktu kurang dari 40 tahun, kedai kopi kecil yang terletak di Seattle ini menjadi perusahaan multinasional di tangan Howard Schultz. Tentu saja, hal ini berkat inovasi-inovasi dan rencana matang yang dieksekusi oleh Howard dan timnya. Tekad dan keyakinan Howard Schultz terhadap bisnis kopi yang sangat tinggi membuat Starbucks berada di menara gading seperti sekarang. 

Tapi, siapa sebenarnya Howard Schultz ini? Apa saja yang telah dilakukannya dalam mengembangkan Starbucks?

Profil Howard Schultz

Howard Schultz bisa dibilang salah satu pengusaha tersukses di dunia yang pernah ada. Menjadi sosok di balik keberhasilan Starbucks yang dulunya hanya warung kopi kecil, tentu saja butuh usaha dan tenaga yang sangat besar. Kisah Howard Schultz membesarkan Starbucks telah melalui perjalanan panjang dan berliku. 

Masa kecil Howard terbilang cukup menyedihkan, namun perjuangannya dalam hidup sangat menginspirasi banyak orang. Howard Schultz lahir di Brooklyn, New York, 19 Juli 1953. Di usia 12 tahun, Howard Schultz harus bekerja demi membantu ekonomi keluarganya karena ayahnya, Fred Schultz, seorang supir yang dulunya berprofesi sebagai tentara kehilangan pekerjaan karena mengalami patah kaki.

Saat itu pekerjaan yang dilakukan Howard adalah menjadi pengantar koran, dan menjadi pelayan kafe. Kemudian, di usia 16 tahun, ia bekerja sebagai penjaga toko. Meski berada di keluarga yang kesulitan ekonomi, Howard Schultz punya semangat juang yang sangat tinggi dan mau belajar. Howard Schultz memiliki bakat yang luar biasa di bidang olahraga dan memiliki prestasi yang menjanjikan di dunia olahraga.

Kondisi ekonomi yang buruk membuat keluarganya tidak mampu membayar biaya pendidikannya ke perguruan tinggi. Tapi berkat kemampuannya, Howard mendapatkan beasiswa kuliah karena prestasinya di bidang olahraga. Ia masuk kampus Northern Michigan University jurusan komunikasi dan lulus pada 1975.

Setelah lulus, Howard  kemudian bekerja di Xerox sebagai manajer penjualan selama tiga tahun, resign, dan mencoba peruntungannya berkarir di perusahaan Swedia, Hammaplast. 

Awal Mula Howard Schultz Bekerja di Starbucks

Setelah berhenti dari Hammaplast, ia memilih bekerja di kedai kopi kecil di Seattle, yaitu Starbucks. Dengan keyakinan bahwa Starbucks akan jadi besar. Howard bekerja sebagai tenaga pemasaran dan berkat prestasinya, ia dikirim ke Italia untuk belajar resep kopi di sana. Inilah awal inspirasinya mengembangkan bisnis Starbucks.

Howard memiliki ide untuk membuat desain cafe yang nyaman bagi para pengunjung. Sebab, menurut pandangannya, ada banyak sekali orang-orang yang menghabiskan waktunya berjam-jam di warung kopi. Tentu saja peluang besar itu harus dimanfaatkan oleh Starbucks. Namun demikian, idenya tersebut ditolak oleh para pendiri Starbucks dan dianggap hanya akan merugikan kedai kopi itu. 

Kemudian Howard pun memutuskan untuk resign dari Starbucks dan membuat kedai kopinya sendiri di Seattle dengan modal awal sebesar US$ 1,7 juta dengan nama Il Giornale,  mengusung konsep kedai kopi ala Italia. Perjalanan kedai kopi ini cukup baik, diterima oleh masyarakat dan berkembang dengan sangat pesat. Keberhasilan Il Giornale bahkan melebihi kompetitornya, yaitu kedai kopi Starbucks.

Pada 1987, para pemilik Starbucks pun menjual kedai kopinya kepada Howard Schultz. Il Giornale (yang merupakan gerai kopi milik Howard) kemudian mengakuisisi asset Starbucks dengan dukungan dari investor lokal. Ia mengubah nama gerainya menjadi Starbucks Corporation.

Di bawah pimpinan Howard Schultz, Starbucks semakin berjaya dan menunjukkan gaungnya. Tahun 1992, Starbucks telah membuka 165 gerai dengan total pendapatan bersih sebesar US$ 93 juta. Di tangan Howard, Starbucks go international di tahun 2000. Mereka memulainya dengan membuka 3.500 gerai di mancanegara dengan total pendapatan bersih per tahun sebesar US$2,2 miliar. 

Rahasia Sukses Howard Schultz

Keberhasilannya membawa Starbucks menjadi brand ternama di dunia menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tentu saja, semuanya berkat ide dan inovasi tanpa henti yang dilakukan Howard. Dalam berbisnis, hal paling penting yang harus Anda pikirkan adalah terus memikirkan hal-hal baru yang memiliki peluang-peluang besar di hadapan pasar. Hal inilah  yang dipedomani Howard Schultz dalam membesarkan Starbucks. 

Bahkan, Howard telah menduga Starbucks akan besar ketika pertama kali bergabung sebagai pegawai di sana. Dengan membawa budaya kopi Italia yang membuat para penikmat kopi merasa nyaman dan mau menghabiskan waktunya berjam-jam di kedai kopi, Howard mengubah kedai kopi biasa saja di Seattle menjadi perusahaan multinasional yang saat ini berada di mana-mana. 

Untuk itu, teruslah melakukan inovasi-inovasi terbaru untuk bisnis Anda, pikirkanlah hal-hal menarik yang belum dibuat orang lain atau kompetitor Anda, lalu lekas terapkan ke bisnis Anda. Jangan takut mengalami kegagalan karena kegagalan adalah guru terbaik dalam pengembangan diri Anda untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha