Hati-hati Penipuan Online dengan Modus "Bukti Transfer Palsu"

Cerita Terkini 27 Jul 2020, By Elna Ayu Pinaringtyas
Hati-hati Penipuan Online dengan Modus "Bukti Transfer Palsu" Penipuan online dengan modus bukti palsu dapat terjadi (Merdeka.com)

Penipuan transaksi online dalam jaringan (daring) kerap kali terjadi. Korbannya bukan hanya pembeli, tapi juga penjual. Modus penipuannya pun bermacam-macam, salah satunya adalah memalsukan bukti transfer.

Salah satu korban penipuan online yang dilakukan oleh pembelinya terjadi di Jakarta. Sebagaimana dilansir dari laman Republika.co.id (23/7), korban menjual barang elektronik telepon genggam kepada pembeli. Komunikasi keduanya bermula dari media kaskus. Kemudian, penjual melakukan transaksi langsung dengan pembeli (pelaku penipuan) di Jalan MT Haryono, Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Pelaku mendatangi penjual dengan wajah tenang sambil menunjukkan bukti transfer melalui Bank BCA. Pelaku berdalih, setiap transaksi yang terjadi pada pukul 21.00 WIB, uang akan masuk pada pukul 24.00 WIB. Ternyata uang tak kunjung masuk.

Bukti transfer yang diberikan pelaku adalah palsu. Korban yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolda Metro Jaya. Korban mengalami kerugian yang cukup besar: Satu buah ponsel Samsung S6 warna emas dan dua buah Iphone silver 6 plus.

Kasus yang sama menimpa Riri Yunita, seorang pedagang Pempek di Palembang. Kala itu, Riri mengaku menerima pesan melalui direct message (DM) milik Instagram. Dalam pesan tersebut, pelaku memesan pempek sebanyak 700 biji. Setelah itu, pelaku mengirim bukti transfer uang sebesar Rp930 ribu ke nomor Whatsapp korban (penjual) untuk pesanan 700 pempek.

Sayangnya, Riri tak langsung mengecek rekeningnya. Ia langsung percaya dan membuatkan 700 pempek. Kemudian pelaku mengambil pesanan pempeknya.

Riri baru menyadari ketika keesokan harinya mengecek saldo di rekening. Uang pembayaran 700 pempek tersebut tidak dikirim oleh pelaku.

“Ketika foto bukti transfer dikirim memang tidak saya cek rekening , karena percaya saja. Ternyata bukti transfer palsu, " kata Riri, sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com (23/7).

Riri sudah berusaha menghubungi kembali pelaku. Tapi tak pernah ada jawaban lagi. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang.

Cara Mengecek Bukti Transfer antar Bank

Pebisnis dan penggemar belanja online sudah pasti dekat dengan isu berbagai modus penipuan dalam transaksi online. Modus penipuan saat ini memang tak ada habisnya. Beragam cara dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Bukti transfer palsu menjadi alat untuk melancarkan aksi pelaku.

Untuk itu, selain pembeli, penjual yang memasarkan produk secara online juga harus hati-hati dengan modus bukti transfer palsu. Bagaimana cara mengeceknya?

Tim Temandagang.id telah menghimpun beberapa cara mengecek keaslian bukti transfer dari dari berbagai sumber:

  1. Melihat detail cetakan tulisan pada kertas

Mulai hari ini, coba perhatikan struk transfer ATM asli yang Anda punya. Struk ATM yang asli memiliki besar tulisan yang jelas, tebal dan memiliki jarak beberapa centimeter.

Saat menerima bukti transfer dari pembeli Anda, coba cek dengan teliti kertas yang di fotonya. Perhatikan dengan benar ciri-ciri keaslian sebuah struk. Jika Anda melihat struk itu memiliki cetakan tulisan yang sangat tipis, Anda harus mulai mencurigainya. Sebab, mesin ATM tidaklah sama seperti printer yang tintanya bisa saja habis.

  1. Tulisan Selalu Berada di Tengah Kertas

Anda juga harus mencurigai jika menemukan pembeli yang mengirim bukti transfer dengan tulisan pada struk tidak berada di tengah kertas. Umumnya, struk cetakan mesin ATM posisi tulisannya tepat berada di tengah kertas sehingga rapi. Mesin ATM akan selalu menghasilkan struk dengan cetakan sempurna, mulai dari ketebalan tulisan hingga posisi teksnya.

Struk palsu sudah pasti cetakannya sembrono. Misal terlalu rata kiri dan bagian teks tidak beraturan. Tapi, memang penipu zaman sekarang sudah pada canggih. Mereka bisa membuat struk semirip mungkin dengan cetakan asli. Banyak dari pelaku yang membuat struk ATM palsu dengan sangat rapi. Sebaiknya, Anda tetap melakukan pengecekkan uang masuk di rekening Anda.

  1. Besar Kertas Tidak Pas dengan Banyak Teks

Selain bentuk dan posisi tulisan, struk transfer ATM yang asli biasanya memiliki banyak tempat kosong di bagian atas dan bawahnya. Jika Anda mendapati struk yang bagian kosong terlalu banyak pada kertas, Anda harus mencurigai keaslian struk tersebut. Kemungkinan besar struk itu palsu.

Anda harus tahu, setiap ATM telah diatur besarnya kertas dengan banyaknya tulisan sehingga tidak akan ada bagian kosong pada struk ATM.

  1. Rekening Pengirim Tertulis Lengkap

Struk ATM palsu berikutnya ditandai dengan ditulisnya nomor rekening pengirim secara lengkap. Biasanya, beberapa bank memang mencantumkan nomor rekening pengirim pada struk ATM-nya. Tapi, nomor rekening itu tidak ditulis secara lengkap. Nomor rekening pengirim biasanya hanya ditulis sebanyak tiga atau sampai lima digit, selebihnya dilanjutkan dengan tanda “X”. Tanda tersebut pengganti nomor pada digit-digit akhir nomor rekening Anda.

Bedanya dengan yang palsu, nomor rekening pengirim uang ditulis dengan lengkap. Jika menemukan struk dengan ciri-ciri begini, mulailah mencurigai calon pembeli Anda.

Namun, seperti saran-saran di atas, Anda harus mengecek kembali rekening saat ada yang mengirim bukti transfer. Penipu zaman ini sudah banyak yang pintar dan meniru sangat baik. Usahakan Anda memiliki e atau m-banking untuk mengecek mutasi. Semoga terhindar dari pembeli-pembeli nakal, ya.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha