Mau Untung Setiap Hari? Mulailah dengan Mencatat Setiap Transaksi

Cerita Terkini 26 Mar 2020, By Teman Dagang
Mau Untung Setiap Hari? Mulailah dengan Mencatat Setiap Transaksi Ilustrasi (www.pixabay.com)

Ada banyak hal yang harus diperhatikan untuk membuat usaha tetap sehat, dagangan lancar dan berkembang. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari jumlah transaksi dan keuntungan yang diperoleh dalam satu periode tertentu. Perlu adanya pencatatan di setiap hari untuk mengetahui hal tersebut.

Tidak semua pedagang atau pelaku usaha mencatat setiap transaksi. Beberapa hanya mengandalkan ingatan di kepala yang bisanya akan segera lupa. Pengeluaran untuk hal kecil seperti beli bensin untuk mengantar dagangan, makan/minum karyawan, atau memberi potongan harga buat tetangga yang berbelanja kadang luput dari pencatatan. Pada akhirnya penjualan setiap hari ditutup dengan perkiraan untung yang tak terlihat, usaha yang berjalan di tempat, dan pengeluaran yang tidak terhitung cermat. Padahal, pencatatan transaksi merupakan kebutuhan setiap usaha, baik kecil maupun besar.

Pencatatan transaksi memiliki peran penting dalam kemajuan sebuah usaha. Dengan mengetahui setiap transaksi, pedagang dan pelaku usaha akan lebih mudah melihat apakah penjualan mengalami untung atau rugi. Saatnya kita dagang pintar mulai dengan hal kecil seperti mencatat semua transaksi, baik uang masuk ataupun uang keluar.

Mengetahui Omset Harian

Mencatat setiap transaksi memberi gambaran jumlah omset yang diperoleh setiap harinya. Berdasarkan jumlah omset tersebut pedagang atau pelaku usaha dapat mengetahui kapan dan hari apa biasanya dagangan laris atau banyak terjadi transaksi penjualan (peak season). Pedagang atau pelaku usaha juga dapat mengetahui kapan dan hari apa dagangan sepi pembeli.

Informasi tersebut penting bagi pedagang atau pelaku usaha untuk mempersiapkan dua hal. Pertama, mempersiapkan kebutuhan dagang atau usaha pembeli agar mencukupi ketika peak season. Kedua, mempersiapkan cara agar tetap untung pada saat dagangan sepi pembeli.

Poin pertama tidak terlalu sulit karena kita sebagai pedagang atau pelaku usaha cukup mengecek persediaan bahan/barang dan melakukan penambahan jika stok barang yang biasanya laku pada hari tersebut dirasa kurang mencukupi.

Beberapa cara dapat dilakukan agar tetap untung saat pasar lesu atau sepi pembeli. Pertama, melakukan promosi berupa bonus/promo untuk menarik lebih banyak pembeli. Promosi bisa juga dilakukan menggunakan alat yang ada atau cara sederhana seperti berteriak untuk menarik perhatian pembeli. Jika sudah menggunakan media sosial atau teknologi seperti aplikasi Whatsapp bisa melakukan promosi di status atau whatsapp story.

Hal kedua yang bisa dilakukan untuk tetap untung ialah dengan memaksimalkan transaksi pembeli. Bagaimana setiap orang yang bertransaksi membeli kebutuhannya di tempat kita bisa kita manfaatkan untuk menambah jumlah transaksinya. Tawarkan produk/layanan tambahan, tidak perlu yang mahal, sehingga mereka berpikir tidak ada salahnya membeli produk/layanan tersebut disamping kebutuhan utama mereka berbelanja. Tambahan biaya Rp 2.000 - Rp 3.000 akan tidak terasa bagi mereka padahal itu sangat menambah jumlah omset harian kita.

Mengetahui Biaya Harian

Transaksi yang perlu dicatat bukan hanya semata-mata terkait penjualan, melainkan juga semua hal yang berkaitan dengan pengeluaran biaya. Sebagai contoh Marni seorang ibu yang berjualan gado-gado di pasar setiap harinya ia harus mengeluarkan biaya untuk orang yang membantunya mencuci piring. Setiap pagi ia harus membayar penjual sayur yang mengantarkan pesanan bahan untuk gado-gado. Ada kalanya sore hari jika tidak ada jemputan Bu Marni menggunakan jasa tukang becak untuk membawa barang dagangan ke rumah.

Tiga hal tersebut sudah mencakup biaya harian yang dikeluarkan oleh Bu Marni. Tiga hal tersebut tidak masuk dalam biaya rutin karena bisa saja pembantunya di hari itu tidak ada atau dia pulang dijemput suaminya. Artinya tiga hal tersebut hanyalah biaya tambahan agar dagangan Bu Marni dapat berjalan lancar.

Biaya tersebut serta pengeluaran yang tidak diprediksi lainnya penting untuk dicatat setiap hari agar kita sebagai pedagang atau pelaku usaha dapat mengetahui:

  • Biaya apa saja yang termasuk dalam kategori penting/pokok.
  • Biaya apa saja yang termasuk dalam kategori operasional.

Perkiraan untung yang diperoleh setiap harinya

Balik lagi pada cerita Bu Marni, biaya seperti kebutuhan untuk bahan gado-gado termasuk biaya pokok karena Bu Marni harus mengeluarkannya setiap hari. Bu Marni tidak bisa berjualan gado-gado jika sayuran tersebut tidak tersedia. Biaya tersebut penting dicatat dan dipertimbangkan dalam menentukan harga jual dari setiap porsi gado-gado Bu Marni.

Biaya untuk keperluan tukang cuci piring dan tukang becak termasuk biaya operasional yang bisa saja tidak rutin dikeluarkan setiap harinya. Adanya pencatatan harian akan membantu Bu Marni memperkirakan jumlah biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Hal tersebut berkaitan juga dengan jumlah untung yang nantinya akan diperoleh.

Bu Marni hanyalah satu contoh sederhana dari banyak jenis dagangan atau usaha. Bisa diperkirakan bagaimana banyak dan detailnya biaya harian untuk usaha yang cukup besar atau melibatkan banyak pihak/orang dalam kesehariannya. Pencatatan biaya harian jadi sangat penting.

Mempermudah Pembukuan Bulanan

Jika setiap harinya sudah dilakukan pencatatan transaksi, maka setiap bulan kita akan mudah untuk melakukan pembukuan keuangan atau membuat laporan keuangan. Omset bulanan dan biaya bulanan akan terlihat dengan jelas. Pedagang atau pelaku usaha dapat dengan mudah mengetahui untung/laba bersih yang diperoleh setiap bulannya.

Dagang pintar dimulai dari cara kita sebagai pedagang atau pelaku usaha pintar dalam mengelola keuangan karena hal tersebut berkaitan erat dengan cash flow yang menjadi nafas setiap usaha atau dagangan. Ketika sudah tidak ada nafasnya atau tidak tercatat dengan baik bisa diprediksi usaha atau dagangan tersebut cepat atau lambat akan mati atau tidak berkembang. Oleh karena itu penting untuk kita mengelola keuangan dengan baik.

Memasuki era serba digital, semua proses bisnis dalam usaha dapat dibantu oleh kepintaran teknologi. Sudah saatnya kita dagang pintar demi tata kelola usaha yang lebih baik. Kita dapat menggunakan kepintaran teknologi untuk membantu dagangan atau usaha kita. Namun sebelum melangkah ke sana, ada baiknya kita mengerti akan pentingnya mencatat setiap transaksi setiap harinya. Ketika hal tersebut sudah terbiasa, teknologi hanya akan menjadi alat untuk mempermudah kita melakukannya.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha