Menyoal Perayaan Idul Adha dan Mudahnya Berdagang Hewan Kurban secara Online

Cerita Peluang Usaha 16 Jul 2020, By Teman Dagang
Menyoal Perayaan Idul Adha dan Mudahnya Berdagang Hewan Kurban secara Online Berdagang hewan qurban secara online tetap dapat dilakukan. (Tribun)

Mendekati perayaan Hari Raya Idul Adha (Hari Raya kurban), masyarakat Indonesia pasti bertanya-tanya bagaimana pelaksanaan ibadah di hari spesial umat islam tersebut. Pasalnya, ibadah haji yang seharusnya menjadi bagian dari Hari Raya Idul Adha ditiadakan karena pandemi virus corona.

Beberapa bulan terakhir bahkan masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah guna memutus mata rantai. Sampai akhirnya pemerintah memberlakukan aturan new normal sehingga masyarakat dibolehkan untuk beraktivitas di luar rumah dengan catatan: Tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Hanya saja, meski aturan new normal telah diberlakukan, angka korban positif virus corona meningkat. Sebagaimana dilansir dari laman CNN Indonesia (14/7), minggu ini menjadi rekor baru untuk Jakarta. Sebab, angka penambahan infeksi virus corona (covid-19) mencapai 404 kasus baru. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

Jika diurutkan, Jakarta sudah 3 kali berturut-turut mencatat rekor baru. Sebelumnya pada Selasa (7/7), jumlah terinfeksi virus corona mencapai 308 kasus baru. Disusul pada Rabu (8/7) sebanyak 359 kasus baru, dan pada Minggu (12/7) sebanyak 404 kasus baru. Angka-angka tersebut membuat peningkatan kasus harian Covid-19 di Jakarta menanjak hingga 10 persen. Dengan total akumulasi kasus mencapai 14.361 dengan 9.200 pasien dinyatakan sembuh dan 702 dilaporkan meninggal dunia.

Hari Raya Kurban Tetap Dilaksanakan

Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan kurban saat Wabah Covid-19 telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dari keterangan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, fatwa ini dikeluarkan dengan tujuan agar masyarakat memperhatikan protokol kesehatan saat mendirikan shalat Idul Adha maupun saat menyembelih hewan kurban.

Fatwa tersebut juga merupakan kabar baik bagi pedagang hewan: Kambing, sapi ataupun kerbau. Sebab, dengan tetap dilaksanakan penyembelihan hewan kurban, mereka bisa menjual kambing ataupun sapi kepada orang-orang yang akan berkurban.

Jika Anda merupakan pedagang hewan kurban, ini saatnya Anda bisa mendulang untung selama masa pandemi. Perputaran ekonomi yang terhambat sebelumnya bisa menjadi lebih baik, bahkan bisnis jual hewan qurban saat ini bisa diandalkan untuk mendapatkan untung.

Hal yang perlu Anda benahi sebagai pedagang hewan di masa pandemi adalah menjaga kebersihan diri dan hewan yang dijual. Anda juga diharuskan menjalankan protokol-protokol kesehatan saat melakukan transaksi jual-beli agar terhindar dari penularan Covid-19.

Aman Berjualan dengan Sistem Online

Cara aman berjualan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 ini adalah dengan menjualnya secara online. Anda bisa memasarkan hewan kurban di media sosial dan aplikasi chatting yang sedang populer, seperti Whatsapp.

Dengan berjualan secara online, Anda bisa menjelaskan detail hewan kurban yang dijual dengan foto. Tapi, Anda harus menyajikan foto asli, ya. Lengkapi dengan keterangan detail tentang hewan kurban agar lebih informatif. Keterangan bisa berupa lokasi penjual, harga, berat hewan, dan keterangan pendukung lainnya yang dapat membantu calon pembeli tahu mengenai kondisi hewan kurban yang Anda jual.

Menjadi Reseller adalah Kunci Sukses Jualan Hewan Kurban

Jika Anda tidak memiliki hewan kurban sendiri, cobalah menjadi reseller. Cara berjualan ini tak mengharuskan Anda memiliki peternakan hewan kurban pribadi.

Menjadi reseller hewan kurban bisa menjadi langkah awal membenahi usaha Anda yang mengalami penurunan omset karena dampak pandemi Covid-19. Momen hari Raya Idul Adha bisa Anda maksimalkan pendapatan dengan cara berjualan hewan kurban dengan sistem reseller.

Berikut cara mudah menjalankan bisnis jual-beli hewan kurban dengan sistem reseller:

  1. Cari peternak yang terjamin kredibilitasnya

Memutuskan menjadi reseller hewan kurban artinya Anda sudah harus mencari peternak yang terpercaya, memiliki hewan yang sehat dan layak dijual. Anda disarankan untuk mencari langsung peternak; bukan mencari secara online. Hal tersebut bertujuan agar jualan kambing kurban yang tengah Anda lakukan mendapat harga dari tangan pertama. Kenapa harus dari tangan pertama?

Jika bukan dari tangan pertama, biasanya penjual sudah menaikan harga terlebih dahulu baru dijual ke Anda. Akhirnya, Anda bisa mendapat harga tinggi untuk bisnis jual-beli hewan kurban. Anda akan mengalami kesulitan bersaing dengan penjual lain jika memiliki harga jual hewan kurban yang tinggi.

Hal penting yang kemudian harus pula Anda cari tahu adalah apakah pemilik hewan kurban merupakan orang yang menjaga kredibilitasnya. Ini akan sangat berpengaruh terhadap penjualan hewan kurban Anda.

  1. Dokumentasi Menarik dan Effort Pembeli

Berjualan online mengharuskan Anda untuk menampilkan barang dagangan secara menarik, baik foto maupun video. Hal tersebut berlaku juga untuk jual-beli hewan kurban dengan sistem reseller yang akan dipasarkan secara online.

Rekamlah hewan kurban yang akan Anda jual dengan jelas. Cara ini dapat menarik pelanggan dan merupakan sebentuk jaminan sehingga calon pembeli percaya pada hewan kurban yang Anda jual. 

Rekaman video tersebut dapat Anda lakukan dengan menggunakan ponsel genggam atau smartphone yang Anda miliki. Jangan lupa jelaskan dan yakinkan dengan suara saat kalian merekam video kondisi hewan kambing kurban atau sapi kurban yang dijual. Rekam saat mereka bergerak dengan lincah, agar terlihat bahwa bisnis jual kambing kurban milik kalian memang menawarkan hewan–hewan sehat dan tidak berpenyakit. Hal ini sesuai dengan persyaratan untuk melakukan kurban pada hewan kambing atau hewan lainnya untuk dijual saat Hari Raya Idul Adha nanti.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha