Nick dan Kesuksesan Barber Online dengan Modal Kecil Beromzet Tinggi

Cerita Sukses 13 Agt 2020, By Teman Dagang
Nick dan Kesuksesan Barber Online dengan Modal Kecil Beromzet Tinggi Dengan ide barber online-nya, Nick mampu meraih sukses besar. (YouTube/IVY Play)

Siapa yang menyangka, sebuah keisengan membawa Nikasius Dirgahayu ke dalam daftar pelaku usaha sukses dengan omzet Rp10-Rp15 juta per bulan. Usaha barber online-nya sukses besar dan banyak peminat. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, orang-orang masih takut pergi ke barber shop.

Membuka usaha barber online bukanlah keputusan tiba-tiba yang diambil oleh Nick, sapaan akrab Nikasius. Banyak proses yang dilalui Nick hingga sampai di posisi ini.

Awal mula Nick memulai usaha barber adalah dari keisengan teman-teman kuliahnya yang meminta ia mencukur rambut mereka. Padahal, Nick bukanlah orang yang memiliki kemampuan ini sebelumnya. Keisengan itu lalu berlanjut. Teman-teman Nick selalu memintanya untuk mencukur rambut mereka. Nick kemudian berinisiatif mempelajari teknik-teknik memotong dari Youtube.

Dari kegiatan mencukur rambut teman-temannya ini, akhirnya Nick berpikir kenapa tidak membuka usaha Barbershop. Hanya saja, memulai bisnis barbershop bukanlah mudah dan tidak pula murah. Kursinya saja bisa dibanderol Rp25 juta. Belum lagi biaya sewa tempat dan peralatan barber lainnya.

Mahalnya biaya membuka barbershop tak lantas menenggelamkan niatnya. Ia akhirnya memutuskan untuk membuka barber online, yang artinya ia tak harus membeli kursi dan menyewa toko. Ia memulai barber online hanya dengan modal kecil, sebesar Rp2 juta saja.

Barber online Nick memiliki konsep sederhana. Ia akan datang ke rumah-rumah pelanggannya. Ia akan mendatangi rumah, kantor, ataupun apartemen yang membutuhkan jasa barbernya, sejauh apapun itu. Kemudian, Nick akan membuat pelanggannya mendapatkan pengalaman memotong rambut yang asik dan santai.

“Kalau di sini orang kebanyakan datang ke pangkas rambut cuma potong, habis itu pulang 15 menit selesai. Nah, kalau saya karena jualan jasa ya sambil ngobrol, konsepnya lebih santai, jadi orang nggak cuma potong rambut selesai," kata Nick.

Saat ini, usia barber online-nya sudah menginjak tahun ke 4 dan bisnisnya ini telah menyebar secara luas. Strategi awal yang digunakan Nick pun tergolong mudah dan tanpa biaya. Ia hanya menyebar informasi dari mulut ke mulut dengan bantuan teman-temannya.

Meski telah lama menekuni bisnis barber online dan memiliki omzet yang cukup besar, Nick masih enggan untuk memiliki karyawan. Sebab, katanya, ia masih bisa mengerjakan bisnisnya sendiri.

Nick sendiri saat ini masih menggunakan motor untuk pergi menemui pelanggannya. Oleh karenanya, Nick kadang harus berhadapan dengan hujan dan cuaca yang tidak bagus. Kendala lain yang sering dihadapi Nick adalah masalah pribadinya, maklum setiap orang pasti akan mengalami sakit atau mood yang tidak enak untuk bekerja alias mager.

Untuk bisa menggunakan jasa Nick Barbershop ini, pelanggan dikenakan biaya Rp 100.000/kepala ditambah ongkos transportasi Rp 10.000/km dari Tebet.

Masih Ingin Buka Barbershop

Meski telah mendapatkan omzet yang menggiurkan, Nick ternyata masih menginginkan punya sebuah barbershop. Alasanya, ia ingin menawarkan produk-produk selain jasa pangkas rambut. Misal dengan menjual hair product merchandise dan pomade. Keinginannya ini didukung karena Nick telah memiliki pelanggan tetap.

Menurut Nick, untuk produk-produk tersebut, orang akan senang jika bisa melihat langsung daripada membeli secara online. Inilah yang menjadi dasar kenapa Nick masih memiliki keinginan membuka barbershop.

Barber online milik Nick bisa ditemukan di Instagram dengan nama akun @Nick_thebarbershop. Nama yang sama juga ia sematkan pada akun twitter miliknya. Kedua media sosial ini dijadikan Nick sebagai strategi pemasaran juga. Sebab, kata Nick, promosi di Instagram dan twitter tidak dikenakan biaya alias gratis. Ia pun kerap mendapat sponsor melalui media sosial tersebut.

Usaha Cukur Rambut Online Laris Manis di Masa Pandemi

Anda yang membutuhkan usaha untuk mendapatkan penghasilan selama pandemi, tak ada salahnya mengikuti jejak Nick: Membuka jasa potong rambut online. Pasalnya, usaha ini sekarang tengah digandrungi masyarakat Indonesia sejak pandemi Covid-19.

Peningkatan permintaan jasa pangkas rambut ini diakui oleh pemilik D’Kapster. Ia menyebutkan usahanya mengalami peningkatan permintaan hingga 200 persen. Dalam sehari saja, ia bisa mendapatkan 30 pelanggan, sebagaimana dilansir dari laman Liputan6.com (28/7).

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Jika Memutuskan Membuka Barber Online

Untuk mendapatkan pelanggan barber online, Anda harus memastikan kebersihan layanan. Sehingga pelanggan mau menggunakan jasa Anda. Maklum, kondisi saat ini membuat hampir setiap orang takut terinfeksi virus.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan jika memutuskan membuka barber online adalah:

  1. Pastikan kedua pihak dalam keadaan sehat

Tidak hanya memastikan kondisi kesehatan Anda saat menerima orderan, Anda juga harus memastikan pelanggan juga dalam keadaan baik-baik saja, tidak flu, batuk, dan/atau masalah kesehatan yang lain. Bila keduanya dalam keadaan sehat, barulah Anda bisa melanjutkan pesanan tersebut.

  1. Jalankan Protokol Kesehatan

Saat sampai di rumah pelanggan, Anda harus terlebih dahulu mencuci tangan dengan benar, sesuai anjuran protokol kesehatan. Jika perlu, gunakanlah hand sanitizer.

Setelahnya, Anda harus menggunakan sarung tangan latex. Lalu pastikan seluruh alat cukur sudah dalam keadaan bersih dengan bantuan disinfektan

Itulah tadi kisah sukses pemilik barber online dan cara menjalankan bisnisnya. Anda sebagai pelaku usaha harus tetap mengutamakan kesehatan pribadi, ya. Semoga sukses.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha