Perlunya Menekan Biaya Operasional untuk Bisnis Lebih Sehat

Cerita Terkini 27 Mar 2020, By Teman Dagang
Perlunya Menekan Biaya Operasional untuk Bisnis Lebih Sehat Menekan biaya operasional untuk bisnis yang lebih sehat (Surya Semesta)

Setiap pelaku usaha tentunya menginginkan usaha yang dijalankannya mendapatkan untung. Agar keuntungan itu dapat diraih secara maksimal, pelaku usaha mesti mengetahui alur keuangan usaha secara cermat. Apakah pemasukan usaha lebih besar daripada pengeluaran atau justru malah sebaliknya.

Walau mendapat keuntungan, sering kali ditemui ternyata ada pengeluaran yang tidak efisien pada catatan keuangan usaha. Padahal, jika pengeluaran tersebut bisa dikurangi, keuntungan yang didapat akan lebih tinggi dari sebelumnya.

Pengeluaran usaha yang tidak efektif biasanya terdapat pada biaya operasional usaha. Biaya operasional yang terlalu besar membuat keuangan usaha Anda tidak sehat. Sebab, kelebihan biaya tersebut menunjukkan gagalnya manajemen keuangan usaha sehingga memboroskan dana yang ada.

Pelaku usaha perlu membuat kebijakan yang masuk akal untuk menekan biaya operasional ini. Dengan menekan biaya operasional, kelebihan biaya tersebut bisa diarahkan ke aspek lain seperti menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usaha Anda.

Mengontrol Persediaan dan Pembelian Stok melalui Pencatatan

Salah satu hal yang menyebabkan pembengkakan biaya operasional adalah untuk pos belanja barang persediaan. Pelaku usaha kadang membeli barang persediaan secara besar-besaran untuk mendapatkan potongan harga yang lebih besar dari pemasok ataupun sekadar memaksimalkan persediaan di gudang.

Bukannya membuat pengeluaran jadi lebih hemat, belanja barang persediaan dalam jumlah terlalu besar ini justru memboroskan pengeluaran. Apalagi, jika barang-barang tersebut menumpuk lama di gudang karena tidak terjual atau telanjur kedaluwarsa. Hal ini malah semakin membuat keuangan jadi boros dan merugi.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat membenahi pencatatan keuangan usaha terlebih dahulu. Karena permasalahan belanja persediaan ini sering kali akibat pencatatan keuangan yang tidak rapi. Sehingga, pelaku usaha tidak dapat mengetahui seberapa banyak kebutuhan stok barangnya. Hal itu menyebabkan penjadwalan penyediaan barang menjadi tidak teratur.

Dengan melakukan pencatatan keuangan yang tertata baik, pelaku usaha dapat  mengontrol penyediaan stok barang. Catatan tersebut dapat menjadi acuan kapan serta seberapa banyak barang perlu disediakan ulang. Penjadwalan ini akan meminimalisir belanja barang persediaan yang tidak efektif.

Berdagang Pintar dengan Bantuan Berbagai Teknologi

Perkembangan teknologi di era digital membuat segalanya lebih mudah. Termasuk dalam bidang perdagangan. Memanfaatkan teknologi terkini pada usaha Anda tidak hanya akan membuat pekerjaan Anda jadi lebih mudah tapi juga dapat menekan biaya operasional usaha.

Namun masih banyak pelaku usaha yang menjalankan usahanya dengan metode-metode manual sehingga justru menambah beban biaya operasionalnya. Padahal, kesehariannya sendiri telah lekat dengan teknologi.

Anda dapat memanfaatkan teknologi pada banyak aspek usaha Anda seperti pada pencatatan keuangan dan transaksi, pengelolaan gudang dan penyediaan barang, serta promosi dan pengiriman barang. Pemanfaatan teknologi pada usaha Anda dapat mengurangi biaya operasional yang selama ini dikeluarkan untuk menjalankan metode-metode lama yang masih manual.

Pada pencatatan keuangan dan transaksi, Anda bisa menggunakan sistem pencatatan komputer berbasis cloud yang akurat serta aman penyimpanannya. Begitupun pada pengelolaan gudang dan penyediaan barang. Perhitungan dan pencatatan yang rapi membantu Anda membuat kebijakan yang tepat dalam usaha Anda.

Pada bidang promosi, Anda dapat memaksimalkan media sosial untuk memperkenalkan produk Anda ke lebih banyak orang. Semakin banyak yang melihat dan mengenal produk Anda, maka peluang untuk mereka berbelanja ke Anda juga semakin besar. Media sosial juga dapat berfungsi sebagai komunikasi dua arah bagi Anda dengan para pelanggan untuk membangun loyalitas terhadap produk Anda.

Untuk pengiriman barang, Anda bisa memanfaatkan jasa pengiriman barang daring (online) yang menawarkan kemudahan pengiriman. Kemudahan tersebut meliputi adanya layanan penjemputan barang, beragamnya armada pengangkutan, pilihan kecepatan pengiriman, serta mudahnya akses hanya melalui ponsel. Selain itu, biaya jasa pengiriman barang daring juga lebih murah ketimbang jasa pengiriman barang konvensional.

Melakukan Negosiasi dengan Supplier untuk Menurunkan Harga

Harga bahan baku yang terus-menerus naik sering membuat pemasok barang menaikkan pula harga barang persediaan. Jika sudah begitu, Anda pun mau tidak mau harus membayar lebih untuk membeli persediaan dari pemasok. Kenaikan harga dari pemasok ini kemudian bisa berakibat pada kenaikan harga barang saat Anda menjual kembali kepada pelanggan.

Jika Anda tidak menaikkan harga barang, artinya Anda akan mendapat keuntungan yang sedikit atau bahkan tidak untung sama sekali. Sementara jika Anda menaikkan harga, pelanggan Anda tentunya akan keberatan untuk membelinya sehingga barang dagangan Anda jadi tidak laku.

Untuk menjaga stabilitas harga serta menekan biaya operasional, Anda bisa mengatasinya dengan dua cara. Pertama, Anda bisa bernegosiasi dengan pemasok Anda untuk menurunkan harga. Apalagi jika Anda dan pemasok tersebut sudah bekerja sama dalam waktu lama. Hal ini tentu bisa jadi pertimbangan bagi pemasok untuk menurunkan harganya kepada Anda.

Namun, jika pemasok tersebut tidak mau menurunkan harganya, Anda bisa beralih mencari pemasok yang menawarkan harga yang lebih murah. Dengan catatan, pemasok barang yang baru ini memiliki kualitas yang sekurang-kurangnya sama dengan pemasok Anda sebelumnya. jangan beralih ke pemasok yang harganya lebih murah namun kualitas barangnya malah lebih rendah. Sebab itu artinya Anda juga menurunkan kualitas barang dagangan yang bisa berpengaruh buruk bagi loyalitas pelanggan.

Dalam upaya menekan biaya operasional usaha, Anda juga tidak perlu sampai harus menurunkan kualitas produk  yang malah mengorbankan pelanggan Anda sendiri. Anda juga tetap perlu mempertimbangkan efektivitas jalannya usaha Anda. Jangan karena ingin menekan biaya operasional, kinerja usaha Anda justru semakin memburuk.

Strategi yang matang serta pelaksanaan yang tepat akan mengefektifkan pengeluaran usaha Anda. Apabila keuangan usaha Anda jadi lebih efektif, keuntungan yang didapat tentunya juga akan lebih besar.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha