Pintar Mengelola Resiko, Pedagang Es Krim Lulusan SD Ini Sekarang Beromzet 1 Miliar per Bulan

Cerita Sukses 23 Jun 2020, By Fitri Mariya Amin
Pintar Mengelola Resiko, Pedagang Es Krim Lulusan SD Ini Sekarang Beromzet 1 Miliar per Bulan Berawal dari sangat bawah, kini Sanawi berhasil mendirikan usaha es krimnya sendiri (Pikiran Rakyat)

Sanawi melewati banyak tantangan dalam perjalananya menjadi pengusaha es krim sukses beromzet Rp1 Miliar per bulannya.  Pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 1 Sekolah Dasar (SD) ini sempat ditipu oleh temannya sendiri. Tapi ia tak pernah putus asa dan terus berusaha hingga pernah menjadi kuli bangunan. Lalu ia juga pernah meminjam uang kepada temannya sebanyak Rp60.000 sebagai modal. Disinilah ceritanya dimulai.

Dari penggembala sapi hingga usaha es krim

Sanawi bukanlah orang dengan latar pendidikan yang tinggi. Ia hanya dapat mengenyam pendidikan di kelas 1 SD. Namun, hal itu tak berarti sanawi menerima begitu saja kehidupannya. Sanawi selalu berusaha keras untuk merubah kehidupannya. Pekerjaan pertama yang dilakukannya setelah tak lagi bersekolah adalah menjadi penggembala sapi. Di usia 16 tahun Sanawi menyadari bahwa pekerjaannya menggembala sapi tidak bisa merubah hidupnya. Lalu ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta ikut bersama tetangga. Namun sayangnya ternyata ia ditipu, karena sesampainya di Jakarta ia ditinggal sendirian. Lalu Sanawi memutuskan untuk pulang kembali ke kampung. Tak lama waktu berselang kemudian ia kembali membulatkan tekad menuju Jakarta untuk mengubah nasib. Kali ini ia bekerja menjadi kuli bangunan.

Pada 2006 Sanawi dan teman- teman proyeknya pindah ke Samarinda untuk tetap menjadi kuli bangunan. Sadar bahwa dengan penghasilannya tersebut tidak mencukupi hidupnya, lagi-lagi Sanawi mencoba hal baru. Kali ini ia mencoba untuk berjualan es krim keliling dengan modal meminjam kepada temannya sebesar Rp60.000,-. Dari modal tersebut Sanawi menjadi penjual es krim keliling dari sebuah es krim.

Sanawi terus berjuang hingga mendapat untung Rp15.000 per harinya. Sanawi menerapkan gaya hidup hemat sehingga dari tabungannya ia berhasil membeli motor. Tak puas sampai di situ, Sanawi membuat brand es krimnya sendiri yang bernama Vanesa.

Kiat sukses Sanawi dalam menjalankan bisnis

Dalam menjalankan usahanya tentu Sanawi mengalami beberapa kesulitan. Ia sering sekali melakukan pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya dan berusaha membuktikan bahwa ia mampu menghasilkan lebih banyak keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa Sanawi adalah orang yang mampu dan lihai dalam mengelola risiko. Melihat peluang dalam berdagang es krim, Sanawi akhirnya mengajak teman- teman kuli bangunannya untuk menjual es krim. Sanawi menjadi distributor untuk teman- temannya karena menurutnya penghasilan dari menjual es krim lebih baik daripada menjadi kuli bangunan. Dalam 3 tahun bisnisnya berkembang pesat, dan pada 2010 Sanawi memiliki 400 pengecer yang disebutnya mitra.

Tidak merasa puas dengan pencapaiannya, Sanawi pun mencoba untuk merambah bisnis lain. Meskipun saat ini ia telah memiliki 700 lebih mitra penjual es krim dan memiliki omset sebesar Rp1,5 Miliar per bulannya. Sanawi mensyukuri apa yang didapatnya, namun ia tak ingin berhenti untuk terus berusaha, Ia mencoba merambah dunia bisnis lain dengan membuka mini market. Kini ia telah memiliki 2 mini market di Samarinda dan Palangkaraya. Kemudian ia juga membuka usaha dalam penyewaan kontainer serta pengolahan bebek dan ayam beku.

Semua jenis usahanya diberi nama dengan Vanesa, dimana Vane adalah nama anaknya dan Sa adalah awal dari namanya. Dan merek ini pun telah dipatenkan pada 2015. Saat ini bisnis es krim Sanawi telah merambah pulau Jawa, dimana ia telah memiliki pabrik es krim di Kudus, Jawa tengah yang bisa memproduksi sekitar 40.000 cone dan telah berhasil menjual 9000 ember es krim.

Menurut Sanawi kunci kesuksesannya terletak pada URIP (usaha, rukun, iman dan percaya). Sanawi juga menyadari bahwa pendidikan sangat penting dalam menunjang keberhasilan usaha. Meskipun ia hanya bisa mengenyam pendidikan di kelas 1 SD, Sanawi merasa bahwa jika ia memiliki pendidikan yang tinggi maka keberhasilan yang lebih besar akan menghampirinya. Karena tidak bisa membaca, ia merasa kesulitan ketika berhadapan dengan masalah administrasi dalam usahanya, sehingga akhirnya Sanawi belajar untuk membaca dan menulis dari anaknya.

Itu dia kisah Sanawi yang selalu berjuang untuk hidupnya hingga menjadi sukses. Semoga kisah ini dapat menginspirasi Anda dalam menjalankan usaha.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha