Tidak Memiliki “Basic” di Bidang Kuliner, Perempuan Ini Bisa Jadi Pengusaha Sukses, Ini Caranya

Cerita Sukses 25 Jun 2020, By Reky Arfal
Tidak Memiliki “Basic” di Bidang Kuliner,  Perempuan Ini Bisa Jadi Pengusaha Sukses, Ini Caranya Ia mampu mendirikan usaha coklat meskiun ia tidak memiliki latar kuliner (Youngster)

Dalam membangun bisnis, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan & dipersiapkan secara matang. Berbagai aspek itu mesti berdiri sejajar untuk memperoleh keseimbangan dalam bisnis. Anda mau tak mau mesti belajar lebih dan lebih lagi untuk memperoleh keseimbangan itu untuk berkembang. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pelaku bisnis yang sukses dalam bidang kuliner, Fitri Yati Mojo.

Wanita yang lebih akrab disapa Filo ini memulai bisnis kuliner cokelat karena melihat peluang yang besar di sana. Berbekal kecintaannya pada produk berbahan baku coklat, Filo memberanikan diri terjun mengembangkan bisnisnya. Meski ia tidak mempunyai basic apapun di bidang kuliner atau pengolahan makanan, ia yakin bahwa kecintaannya pada coklat mampu menjadi modal besar menghadapi beratnya persaingan usaha. Dan terbukti, usahanya membesarkan brand coklat Filo’s Milk Chocolate berhasil dikenal luas dan mendatangkan keuntungan yang besar.

Mengenal Fitri Yati Mojo

Lahir di Gorontalo pada 23 Juli 1982, kehidupan Filo sejak kecil tidak begitu menyenangkan. Pada saat menginjak kelas 3 SD, ia menjadi yatim dan sejak itu dididik cukup keras oleh ibunya. Asuhan ibunya yang disiplin ini membuat Filo menjadi pribadi yang sangat mandiri sejak belia. 

Filo bahkan tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi akibat kekurangan biaya. Dari sana, ia memutuskan untuk  mencoba berbisnis, di antara usaha tersebut, yaitu menjual pulsa, menjadi tenaga honorer, hingga menjadi DJ di dunia hiburan.

Namun demikian, dengan keuletannya dalam berbisnis berbagai macam bidang tersebut, akhirnya Filo pun mendapatkan relasi yang sesuai dengan minatnya, yaitu bisnis coklat.

Usaha Coklat Filo Dimulai dengan Modal Minim

Filo merintis usahanya pada 2010, ketika ia berkenalan dengan salah satu distributor bahan baku cokelat. Berbekal uang Rp. 100 ribu, ia mulai membuat beberapa produk cokelat. Meski berawal dengan modal yang sangat minim itu, Filo tetap memfilter bahan baku coklatnya.

Ia memilih bahan baku berkualitas yang berasal dari Perancis. Di sini, Filo memainan inovasi-inovasi segar terhadap produknya. Ia membuat produk coklat batang dengan aneka campuran  seperti  susu, kacang tanah, jagung, kacang mete, kacang almond, hingga blueberry. 

Dalam membangun usahanya, Filo mempekerjakan  lebih dari 15 karyawan sebagai tenaga pengolah, pengemasan hingga pemasaran. Akan tetapi, ia juga tetap turun tangan untuk melakukan pengecekan terakhir alias quality control untuk menjaga citarasa dan karakter dari produk coklatnya.

Usaha coklat yang dikembangkan Filo berkembang cukup cepat, pada tahun 2013 saja, Filo telah meningkatkan skala bisnisnya dengan mendirikan CV untuk usaha coklatnya tersebut dan membuat rumah produksi di Jl Janti Tegal no. 283 Yogyakarta.

Memasarkan Produknya secara Online

Meski pada mulanya Filo hanya berjualan lewat metode mouth to mouth, Filo termasuk salah satu pelaku bisnis yang inovatif, terlihat dari keputusannya dalam memasarkan produknya secara online. Padahal, bisa dibilang, saat itu media internet belum menjadi lirikan banyak pelaku bisnis, lho. Filo memasarkan produk coklatnya, Filo’s Milk Chocolate, melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Di samping itu, ia pun tetap menawarkan produknya dari satu teman ke teman lain dan membuka toko fisik untuk dapat dikunjungi orang-orang.

Lewat pemasaran secara digital ini, pembeli produk Filo’s Milk Chocolate menjadi sangat beragam, tidak hanya berasal dari Yogyakarta yang memang dijadikan pusat pemasaran, kota-kota besar lain di seluruh Indonesia juga tercatat memesan produk ini berkat keberhasilannya dalam berjualan secara online. Di sisi lain, Filo juga mengembangkan bisnisnya dengan menerima reseller dan dropshipper yang ingin menjual produk coklatnya. 

Komitmen yang Kuat adalah Kunci

Dapat dikatakan bahwa Filo memiliki komitmen yang kuat, meski jatuh bangun pun dirasakan olehnya. Mulai dari distribusi bahan baku yang terhambat, permintaan pelanggan yang kadang berubah-ubah, bahkan Filo pernah ditipu oleh karyawannya sendiri. Tapi, dari sanalah ia memetik pelajaran untuk lebih kuat dalam menjalankan bisnis. 

Optimisme itulah yang membuat usahanya tetap naik, meski setiap hari kompetitor terus bertambah. Para pembeli Filo’s Milk Chocolate banyak berdatangan dari luar kota seperti Bali, Manado, Gorontalo, hingga Papua. Bermodal kemauan yang tinggi untuk terus belajar, keyakinan serta komitmen yang kuat membuat Filo menjadi pelaku bisnis bidang kuliner yang sangat sukses.   Dengan harga Rp 70.000 – Rp 120.000 per kilogram, rata-rata 100 kg cokelat terjual setiap harinya. Bahkan, menjelang hari raya atau musim libur akhir tahun, Filo bisa menjual hingga 250 kg setiap hari.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha