Tips Sukses Merintis Bisnis Kuliner di Era New Normal bagi Pemula

Cerita Terkini 21 Jul 2020, By Teman Dagang
Tips Sukses Merintis Bisnis Kuliner di Era New Normal bagi Pemula Tips berikut dapan membantu Anda merintis bisnis kuliner di era New Normal (Suara Surabaya)

Bisnis kuliner Indonesia sempat babak belur saat pandemi virus corona (Covid-19) menyerang. Tak sedikit yang mengalami kerugian. Namun sebagian dari pelaku usaha menerapkan strategi khusus dan menciptakan tren baru di bisnis kuliner. Di antaranya menjual kopi dengan kemasan literan dan makanan yang dibekukan (frozen food).

Sebagai contoh, merek-merek kopi ternama telah mengubah menu jualannya menjadi kopi dengan ukuran satu liter, seperti Maxx Coffee, Roempi Coffe, Kopitagram, Anomali Coffee, Titik Temu Coffee, dan lainnya. Kopi literan ini menjadi pengobat rindu bagi penikmat kopi yang tak lagi bisa nongkrong di kedai kopi langganannya meski aturan new normal telah diberlakukan. Ketakutan akan terinfeksi virus corona menjadi alasan sepinya kedai kopi dari pelanggan yang biasa menghabiskan waktu minum kopi di tempat.

Tak hanya dunia perkopian, perubahan tren juga penjualan juga menyasar restoran-restoran atau penjual makanan.  Misalnya saja Raa Cha Suki & BBQ, Imperial Kitchen, dan HokBen. Mereka saat ini menyediakan makanan beku untuk dijual kepada pelanggannya yang masih lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja.

Produk makanan beku tentu saja menjadi pilihan praktis pelanggan karena bisa dimasak sendiri dengan cara yang mudah. Selain itu, jenis makanan beku bisa disimpan di freezer untuk dimakan saat waktu senggang.

Tak hanya restoran, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga turut ikut serta menjadi pedagang yang menjual berbagai menu makanan beku. Salah satunya adalah pemilik Si Jagur Bandung, Eka Sopian. Ia mengubah menu-menu usahanya menjadi frozen food dan memasarkannya secara online.

Dukungan Teknologi Digital dalam Tren Baru Bisnis Kuliner

Untuk mendukung para pelaku usaha menjangkau pelanggannya dengan tren bisnis baru, Gojek, Grab, dan ecommerce lainnya menjadi solusi baru bagi pelaku usaha -- dengan memberikan jasa melalui layanan pesan-antar makanan secara online. Layanan tersebut tentu saja menjadi perpanjangan tangan pelaku usaha untuk memberikan suguhan menu-menu spesial.

Sebagai contoh, kopi-kopi kekinian yang menyediakan menu literan sudah dapat dipesan para pelanggannya di Tokopedia, Bukalapak, dan termasuk Gojek serta Grab. Begitu pula makanan-makanan dari restoran dengan menu frozen food-nya. Bahkan, UMKM seperti Si Jagur Bandung juga telah mendaftarkan usahanya sebagai mitra GoFood milik Gojek.

Gojek sendiri diketahui telah menambahkan fitur baru untuk layanan GoFood miliknya, yaitu Siap Masak. Layanan pada aplikasi Gojek ini dimanfaatkan para pelaku usaha untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Selain itu, pelaku usaha juga memanfaatkan layanan Siap Antar sebagai metode pemasaran selama pandemi Covid-19 dengan cara memaksimalkan eksposur dan visibilitas untuk meningkatkan trafik serta potensi penjualan.

Dukungan teknologi digital seperti Gojek ini juga dirasakan oleh pemilik Takoyaki Ichi, Citra Ajeng. Dia menggunakan safety seal Gofood untuk menjaga kualitas makanan yang ia kirim untuk pelanggannya. Fungsi safety seal GoFood ini adalah untuk menutupi wadah kemasan agar tetap bersih ketika sampai di tangan konsumen.

Gojek sendiri sempat mencatat pendapatan mitranya setelah mengikuti program promosi rata-rata mencapai 2,75 kali lebih tinggi dari mitra yang tidak mengikuti. Angka tersebut didapat dari pendapatan mitra saat Harkulnas di tengah pandemi, sebagaimana dilansir dari laman Katadata.id (17/7).

Sementara Grab, melaporkan bahwa pengiriman barang oleh social seller menggunakan GrabExpress meningkat 40 persen selama pandemi. Kedua teknologi tersebut benar-benar menjadi teman bagi pelaku usaha di tengah kesulitan akibat pandemi virus corona.

Bagaimana Memulai Bisnis Kuliner saat Pandemi?

Melihat keberhasilan pelaku usaha di atas dengan menerapkan tren bisnis kuliner baru, Anda pasti tertarik untuk ambil bagian. Memang, bisnis kuliner akan terus menjadi primadona dan banyak diminati. Sebab, bisnis kuliner diketahui dapat memutar modal dan keuntungan yang cepat. Margin keuntungannya juga disebut-sebut lebih besar jika dibandingkan dengan jenis bisnis lainnya. Tapi bagaimana memulainya saat situasi masih sulit karena adanya virus corona?

Sebelum memutuskan untuk berbisnis kuliner, Anda harus paham dulu apa saja yang perlu Anda lakukan sebelum membuka usaha kuliner. Pasalnya, bisnis apapun termasuk kuliner, jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi usaha yang gampang bangkrut.

Untuk itu, Anda harus simak beberapa tips sukses merintis bisnis kuliner berikut:

  1. Pilihlah produk kuliner yang “Timeless”

Mungkin Anda tergiur dengan bisnis kuliner yang sedang hits karena banyak sekali peminatnya, seperti ayam geprek atau jenis makanan yang berbahan dasar keju. Tapi, untuk Anda ketahui, tren makanan yang sedang hits tidak selalu bertahan lama, tak pernah abadi. Jadi pilihlah produk kuliner yang sifatnya timeless alias tak lekang oleh waktu dan akan selalu menjadi makanan favorit orang-orang dari era ke era.

Contoh sederhananya, Anda bisa memilih jenis gorengan lezat atau menu dengan aneka sambal yang pasti menggiurkan. Apalagi orang Indonesia sudah pasti suka sambal. Pilihlah produk yang memang menjadi selera masyarakat Indonesia. Ini akan menjadi bisnis yang bertahan lama dibandingkan produk kuliner lain yang hanya mengikuti tren semata.

  1. Jangan lupa untuk bekerja sama dengan ojek online

Bercermin dari kisah-kisah pelaku usaha di atas, Anda juga perlu menerapkan teknologi digital untuk usaha yang akan Anda jalankan. Daftarlah menjadi mitra salah satu aplikasi pesan-antar makanan, seperti GoFood. Namun, jika belum memungkinkan untuk segera terdaftar, Anda bisa memanfaatkan layanan GoRide untuk mengantarkan pesanan pelanggan Anda.

  1. Lengkapi dengan laporan keuangan usaha secara detail

Meski usaha yang akan Anda jalankan masih tergolong kecil, bukan berarti Anda bisa meremehkan laporan keuangannya. Anda harus tetap disiplin membuat catatan setiap transaksi agar jelas laporan keuangan usahanya.

Fungsi dari membuat laporan keuangan usaha adalah untuk mengetahui margin keuntungan dan meminimalkan biaya-biaya yang tidak seharusnya dikeluarkan. Mulailah membuat laporan keuang usaha yang sederhana.

Untuk memudahkan Anda, saat ini telah tersedia banyak aplikasi kasir online yang dapat membantu Anda membuat laporan keuangan usaha. Misalnya saja Youtap. Aplikasi ini banyak diandalkan pelaku usaha untuk membantu mengelola usaha mereka. Anda tak harus mengerti mengenai ilmu akuntansi. Aplikasi ini akan membantu Anda membuat laporan keuangan usaha dengan mudah.

Selain itu, Youtap juga memiliki banyak fitur-fitur layanan yang user friendly, khususnya untuk UMKM. Youtap juga memfasilitasi pelaku usaha untuk mempelajari cara menggunakan aplikasi dan memberikan pelatihan menjadi pelaku usaha yang ingin go digital.

Menariknya lagi, dengan satu aplikasi Youtap, Anda bisa menerima semua metode pembayaran, baik tunai maupun non-tunai. Semua pembayaran digital juga bisa dilakukan dengan aplikasi ini, misal DANA.

Aplikasi yang bisa didownload pada smartphone ini juga akan mengirim laporan keuntungan setiap harinya, Jadi, dengan menggunakan aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui margin keuntungan usaha setiap harinya.

  1. Jangan lupa promosi

Tips sukses berbisnis kuliner satu ini tidak boleh Anda lewatkan. Pasalnya, promosi adalah cara menarik pelanggan untuk membeli produk yang Anda jual. Usahakan Anda membuat packaging produk kuliner semenarik mungkin. Cara ini menjadi salah satu personal branding untuk produk Anda. Kemudian, mulailah mengambil gambar produk dan menampilkan hasilnya di akun media sosial.

Itulah beberapa tips sukses berbisnis kuliner bagi pemula yang ingin membuka usaha saat pandemi ini. Semoga dapat menjadi solusi atas kebimbangan dalam memulai bisnis kuliner.

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha