Usaha Untung dan Terhindar dari Penipuan Online: Ketahuilah Jenis-jenis Transaksi Ini

Cerita Peluang Usaha 27 Mar 2020, By Teman Dagang
Usaha Untung dan Terhindar dari Penipuan Online: Ketahuilah Jenis-jenis Transaksi Ini Anda harus mengetahui beberapa macam jenis transaksi berikut agar Anda aman (Riaume)

Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini membuat banyak sekali orang ikut berkecimpung dalam dunia jual beli online atau transaksi digital, sebagai penjual ataupun konsumen. Namun begitu, gelombang tinggi dari keinginan untuk bertransaksi secara digital ini belum begitu dipahami oleh sebagian orang di Indonesia. Sehingga, sering juga terjadi konflik-konflik kecil seputar masalah keamanan dalam bertransaksi.

Pada titik ini, para pelaku jual beli online juga harus mengejar perkembangan teknologi tersebut untuk membentengi dirinya dalam berjualan atau belanja online. Misalkan saja memahami jenis-jenis transaksi yang digunakan dalam bertransaksi digital. Para pedagang mesti punya pengetahuan mendasar terkait ini agar suatu waktu bisa memberi para pelanggannya kemudahan dalam bertransaksi. 

Transfer Bank

Transaksi dengan metode transfer antar bank merupakan jenis transaksi yang paling umum dan populer digunakan oleh para pedagang. Transfer melalui Bank akan memudahkan pelaku bisnis online memantau proses transaksi, di samping juga cukup sederhana dan universal. Proses transaksi ini juga sederhana, pembeli mengirim sejumlah dana yang sudah disepakati, setelah dana tersebut masuk, penjual akan mengirimkan produk yang diinginkan pembeli.

Meski transaksi via Bank ini sangat umum, kekurangannya juga tidak main-main. Jika tidak hati-hati, pembeli bisa kena tipu. Oleh sebab itu, sebagai konsumen yang cerdas, pembeli harus mencari tahu terlebih dahulu reputasi toko online yang ingin Anda beli. Sebelum melakukan transaksi, pembeli harus mencari tahu informasi seperti nomor rekening, telepon, testimoni pada laman pencarian di google. Biasanya, hal ini dapat membantu pembeli dalam memfilter online shop yang sering melakukan penipuan. 

COD (Cash On Delivery)

Sejatinya, sistem COD ini masih merupakan sebuah bentuk transaksi konvensional, dengan bertemunya antara penjual dan pembeli. Sistem transaksi ini sering dilakukan dalam jual beli antar orang ke orang dan pada umumnya COD ini dilakukan oleh mereka yang tinggal pada satu kota atau tidak begitu jauh sehingga bisa memutuskan untuk bertemu.

Keuntungannya, tentu saja penjual dan pembeli bisa leluasa dalam bertransaksi. Pembeli bisa melihat dengan detil barang yang akan dibeli. Jenis transaksi ini dipopulerkan oleh website jual beli seperti OLX, Tokobagus, Berniaga dan banyak website jual beli lain. Namun demikian, pembeli atua penjual juga mesti hati-hati sebab ada banyak orang yang berniat jahat dengan memanfaatkan sistem COD ini. 

Dewasa ini, sistem COD ini pun juga diterapkan oleh berbagai e-commerce seperti Tokopedia, Shopee & Bukalapak, barang yang dipesan mesti dikirim oleh penjual terlebih dahulu, setelah sampai, baru dibayarkan oleh pembeli. Sistem COD versi ini juga dapat digunakan untuk meminimalisir penipuan. Namun begitu, masih cukup banyak pembeli nakal yang telah bertransaksi, tapi ketika barang sampai, ia tak mau membayarnya.

Rekening Bersama (Rekber)

Jenis transaksi digital selanjutnya ini cukup sering digunakan saat ini, yaitu Rekening Bersama alias Rekber. Rekber ini menggunakan rekening bersama atau disebut dengan istilah escrow, cara pembayarannya sedikit berbeda dengan proses pembayaran melalui transfer bank. Jika dalam transfer bank, pihak ketiganya adalah bank, sedangkan dengan sistem Rekber yang menjadi pihak ketiga adalah seseorang yang punya reputasi baik atau lembaga pembayaran yang memiliki telah dipercaya baik oleh pihak penjual maupun pembeli. Intinya, terletak pada kepercayaan masing-masing pihak.

Peran lembaga pembayaran sangatlah penting. Prosesnya yaitu pertama pembeli mentransfer dana ke pihak lembaga Rekber. Setelah dana dikonfirmasi masuk oleh pihak ketiga, pihak penjual harus mengirim barang yang sudah disepakati. Apabila barang sudah sampai dan sesuai dengan deskripsinya, barulah dana tersebut akan diberikan pihak ketiga kepada sang penjual.

Sistem ini dapat melindungi para konsumen dari penipuan-penipuan yang kerap terjadi di dunia maya. Sebab, dana hanya akan dilepas jika barang benar benar sudah di tangan. Jika terjadi masalah pun, dana bisa ditarik oleh sang pembeli. Saat ini, sistem rekber ini telah cukup banyak dimanfaatkan oleh pelaku jual beli online lewat e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan lain sebagainya. 

undefined

Teman Dagang

Berbagi cerita dan inspirasi seputar usaha